Showing posts with label Miyabi. Show all posts
Showing posts with label Miyabi. Show all posts

01 July 2010

Dua Hari, Miyabi Memburu Video Ariel


VIVAnews - Video porno Ariel Peterpan dengan Luna Maya dan Cut Tari ternyata tak hanya menarik bintang porno Amerika Serikat Vicky Vette. Kini bintang porno kenamaan Jepang, Maria Ozawa atau Miyabi juga tertarik dengan video Ariel.

Miyabi yang juga bermain di film Indonesia dengan judul "Memburu Miyabi" memberikan perhatian khusus kepada Ariel dengan berusaha mencari film porno mirip Ariel tersebut.

Komentar Miyabi itu diposting di akun videonya yang berjudul Peterporn. Kata Peterporn memang menjadi trending topic di Twitter. Kata inilah yang mengundang sejumlah selebriti dunia berkomentar tentang video porno Ariel.

Pada akun yang diperbarui pada Sabtu lalu, Miyabi mengungkapkan, dia akhirnya mendapatkan video porno Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari setelah mencari selama dua hari.

09 May 2010

Review Film `Menculik Miyabi`


Quantcast

I’m not Miyabi, I am Mio Yao Bie

Filmnya belum sempat tayang di bioskop-bioskop tanah air, “Menculik Miyabi” sudah terlebih dahulu memancing kehebohan disana-sini, menciptakan kontroversi sesaat yang pada akhirnya justru menaikkan pamor film ini, bisa dibilang membantu promosi. Penyebab kontroversi tersebut tidak lain karena kehadiran Maria Ozawa, atau yang lebih dikenal orang dengan nama Miyabi. Yah siapa yang tak kenal sosok blasteran asal Jepang ini, yang lebih terkenal sebagai bintang film “panas”. Kehebohan film ini pun makin mengangkat nama Miyabi di tanah air, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari yang awalnya tidak tahu menjadi penasaran ingin menonton film-filmnya. Karena kontroversi yang berlarut-larut, demo sana-sini, akhirnya film ini pun “mengalah” dan sampai pindah lokasi syuting ke Jepang.

Abrakadabra! Setelah beberapa lama kabar tentang film ini menghilang, tiba-tiba film yang disutradarai oleh Findo Purnomo ini muncul kembali dan siap untuk ditayangkan. Film ini ternyata tidak hanya berhasil mulus melewati lembaga sensor film, tapi juga berlenggang-kangkung tanpa adanya pertentangan seperti dulu. Sepertinya sudah cukup film ini melakukan promo-nya lewat kontroversi Miyabi, karena sekarang waktunya mengeruk keuntungan dari film yang nyata-nyata menjual “ketenaran” Maria Ozawa. Lalu apakah filmnya sendiri seheboh kontroversinya? Saya bisa menjawab tidak, malah film ini bisa dibilang masih “sopan” ketimbang film-film horor berbau mesum yang juga kerap menuai kontroversi itu. Aneh, tampaknya kontroversi sudah menjadi bagian dari cara film-film kita berpromosi, entah itu karena filmnya terlalu banyak adegan “dewasa” atau salah-satu pemerannya yang bintang porno.


Kembali ke “Menculik Miyabi”, filmnya sendiri dibuka dengan Miyabi yang punya tugas untuk mengantar hadiah bagi pemenang undian produk coklat yang dibintanginya, yah kebetulan pemenangnya berasal dari Jakarta, kesanalah tujuan Miyabi atau Maria Ozawa ini. Di Indonesia, tepatnya di Jakarta, tiga sekawan yang sama-sama menggemari Miyabi sudah tidak sabar menunggu idolanya tiba di bandara. Kevin, Bimo, dan Aan yang selalu jadi bahan cemoohan di kampusnya ini, bisa dibilang kelompok “cupu”, mengetahui Miyabi akan ke Jakarta dari sebuah blog rahasia yang sebelumnya mereka lihat. Tanpa basa-basi mereka langsung meluncur ke tkp, namun ketika mereka sampai, ternyata tidak hanya mereka yang menunggu Miyabi, di bandara sudah berkumpul fans Miyabi lainnya. Kevin dan kawan-kawan pun mencoba taktik lain untuk bisa ketemu idolanya tersebut tanpa harus bersaing dengan fans-fans lainnya ini.

Seperti tertimpa durian runtuh, Kevin cs justru berpapasan dengan Miyabi yang mereka tunggu-tunggu. Kerumunan fans pun langsung menyerbu dan dengan gesit, Kevin cs segera “menyelamatkan” Miyabi. Tapi ternyata belakangan diketahui wanita yang berada di mobil bukan Miyabi, melainkan Gadis Taiwan yang mirip dengan Miyabi, sampai namanya pun juga ikut-ikut mirip. Mie Yao Bie yang kehilangan paspornya, terpaksa harus menginap di rumah Kevin. Dari sinilah kekacauan demi keonaran bermula. Nama Miyabi memang dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendokrak kesuksesan film ini, namanya bagai etalase cantik yang akan mengundang para penonton untuk datang berbondong-bondong ke bioskop. Apalagi ditambah rasa penasaran, seperti apa sih film yang sempat bikin heboh ini dan kaya apa sih Miyabi bermain di film Indonesia.



Film ini mengawali ceritanya dengan lumayan mencuri perhatian, dengan pengambilan gambar di Jepang dan pemain-pemain asli dari negeri sakura tersebut, tentu lengkap dengan bahasa Jepang dan juga Miyabi. Mood yang dirasakan selama beberapa menit ini pun langsung berbeda, rasanya seperti bukan menonton film Indonesia. Findo Purnomo tampaknya mampu menguasai filmnya untuk beberapa saat dan berhasil membuat saya senyum dengan segala suasana serba Jepang ini. Tapi semua itu langsung berubah, senyum di wajah saya pun langsung memudar perlahan, berganti menjadi wajah bosan setengah mati. Kehadiran Rizky Mocil dengan geng-nya yang dipermak secupu-cupunya dan sering berkata “temans” ini –walau porsi kemunculannya sedikit– tapi tetap saja mujarab dalam hal mengurangi mood saya secara drastis.

Film ini punya segudang hal yang mengganggu –film komedi seharusnya bisa membuat nyaman penontonnya– dari para pemainnya sampai kemasan komedi yang ditawarkan. Berbicara soal komedi yang menjadi nyawa film ini, semua kelucuannya sudah bisa ditebak dari awal, bahkan keseluruhan cerita sampai akhir tidak ada yang baru. Film ini sepertinya hanya mencomot satu-persatu elemen komedinya dari film-film lain, dan parahnya menonton film ini sama seperti kita berada di rumah dan menonton film tv bukannya film kualitas bioskop. Hasilnya adalah “Sepi” kualitas, itulah hasil formula yang ditawarkan film yang diproduseri oleh Ody Mulya Hidayat ini. Jika kontroversi membuat filmnya heboh, filmnya sendiri tidak seheboh itu, tidak ada yang istimewa, dan bisa dibilang hanya sebuah komedi remaja yang “lemah”.


Plot cerita yang tidak bisa diandalkan dan komedi yang gagal dalam misinya membuat seisi bioskop tertawa, ditambah parah dengan para pemain yang juga gagal dalam memerankan lakon yang “bersahabat”. Beberapa pemain muncul sangat mengganggu dengan kebodohannya yang terlalu bodoh dan super cerewetnya yang tidak wajar. Sebuah akting yang biasanya bisa dilihat di sinetron-sinetron tanah air. Setidaknya hanya Miyabi yang bisa berakting senatural-mungkin di film ini, sayangnya dia sekali lagi hanya dijadikan sebuah hiasan cantik, yang hanya muncul diawal dan diakhir film. Secara keseluruhan kita akan dikecewakan tidak hanya dari satu jam lebih durasi filmnya yang hanya berisi komedi-komedi tak lucu, cerita dangkal mudah ditebak, dan pemain-pemain yang super-annoying. Tapi juga kecewa karena rasa kangen kita terhadap film Indonesia yang berkualitas belum juga terobati.

Source : http://adithiarangga.wordpress.com/2010/05/06/my-review-is-sucks-menculik-miyabi/

08 May 2010

Hari Kedua, "Menculik Miyabi" Ramai Ditonton

Kontroversi seputar penayangan film Menculik Miyabi rupanya berbuntut manis. Buktinya, pada hari kedua penayangan film yang ikut dibintangi aktris porno asal Japang, Maria Ozawa alias Miyabi, Jumat (7/5/2010), mulai ramai dipadati penonton.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Cinema 21 Blok M Squre Jakarta, penonton tampak antusias menyaksikan film yang sejak tahun lalu jadi perbincangan publik itu. Kepadatan penonton bisa dilihat pada pemutaran pukul 17.30 dan 19.20. Saat itu, jumlah penonton mencapai lebih dari 50 persen. Hal tersebut dibenarkan salah satu petugas di bagian tiket Cinema 21 Blok M Square, Jakarta.

"Dari kemarin cukup ramai. Ya, 50 persen terpenuhilah," kata Supervisor Cinema 21 Blok M Squre yang enggan jati dirinya dibeberkan saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Keterlibatan Miyabi, aktris yang terlebih dahulu dikenal sebagai bintang film biru, memang menjadi daya pikat. Banyak orang yang dibuat penasaran menyusul pro-kontra yang mewarnai rencana kemunculan film produksi Maxima Pictures itu.

Penilaian sejumlah pihak bahwa film ini akan menonjolkan aksi heboh Miyabi tak terbukti. Malahan, dalam film tersebut, Miyabi hanya muncul beberapa scene saja. Alhasil, kehadiran Miyabi justru terkesan hanya sebagai pemanis.

"Dari segi penonton, film ini (Menculik Miyabi) masih standar. Sejauh ini belum bisa dibilang luar biasa," ujar petugas tersebut.

Di Jakarta, hanya 18 bioskop yang memutar film Menculik Miyabi. Sejumlah bioskop di kawasan Senayan, seperti di Plaza Senayan XXI dan Senayan City XXI memilih untuk tidak memutar film ini. Alasannya lebih karena sering sepinya  jumlah penonton untuk film-film nasional.

"Kita enggak muter film itu. Di sini memang jarang kalau film nasional. Soalnya yang nonton enggak ada. Film Demi Dewi itu saja yang nonton cuma dua di sini," kata salah satu staf ticketing Senayan City XXI. (ANI)

Source : kompas[dot]com

05 May 2010

Film 'Menculik Miyabi' Akhirnya Siap Dirilis 6 Mei 2010

Film 'Menculik Miyabi' sempat mendapatkan protes keras tahun lalu. Namun ternyata film yang dibintangi Maria Ozawa itu tetap dibuat. Kini bahkan sudah selesai dan siap dirilis.

Maxima Picture mengungkapkan film yang digarap oleh sutradara Findo Purnomo itu telah lulus sensor. "Sudah lulus sensor kok. Dapat kategorinya remaja," ujar sang produser Odi Mulya Hidayat saat berbincang dengan detikhot lewat telepon, Selasa (4/5/2010).

'Menculik Miyabi' rencananya akan diputar di bioskop pada 6 Mei mendatang. Selain Maria, film tersebut juga dibintangi Nicky Tirta, Herfiza Novianty, Kevin Julio dan Rizky Mocil. Naskah 'Menculik Miyabi' pun ditulis oleh Marqee.

Di film tersebut, Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi, perempuan yang mendapat tugas untuk menjemput pemenang kuis di Indonesia. Namun, ia malah diculik oleh tiga remaja culun.

Pada September 2009 lalu, penggarapan film 'Menculik Miyabi' gagal karena mendapat protes dari beberapa pihak. Sejumlah kalangan terutama kalangan agama menolak Miyabi datang ke Indonesia.

Namun setelah tujuh bulan protes itu, Maria Ozawa pun siap menyapa para penggemarnya di Indonesia.

from : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4023296