04 November 2014
Livi Zheng, Sutradara Muda Indonesia yang Berkecimpung di Hollywood
24 October 2014
Garin Nugroho Garap ‘Guru Bangsa: Tjokroaminoto’
Dalam konferensi pers yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, pada 3 September 2014 lalu sendiri, Garin menegaskan bahwa film yang diproduseri oleh Christine Hakim, Didi Petet, Sabrang Mowo Damar Panuluh, dan Dewi Umaya Rachman itu sendiri bukanlah sebuah film biopik yang akan menceritakan kehidupan HOS Tjokroaminoto secara keseluruhan. “Akan cukup rumit untuk berusaha menggambarkan kehidupan seorang karakter tokoh nasional secara keseluruhan. Karenanya, Guru Bangsa: Tjokroaminoto hanya akan bercerita mengenai sepuluh tahun masa perjuangannya. Bagaimana Tjokroaminoto berjuang melalui setiap pemikirannya,” jelas Garin.
Selain berusaha untuk mengenalkan tokoh HOS Tjokroaminoto, film yang pembuatannya juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Yayasan HOS Tjokroaminoto ini juga diharapkan Garin dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan lebih luas mengenai asal-usul berpolitik dan gagasan kebangsaan kepada generasi modern. “Jadi tidak hanya sekedar cerita politik. Namun akan memberikan pandangan lebih mendalam tentang HOS Tjokroaminoto dan berbagai dimensi kehidupannya,” tambah Garin.
Film Guru Bangsa: Tjokroaminoto sendiri telah memulai proses pengambilan gambarnya pada awal September lalu. Nantinya, proses pengambilan gambar film ini akan dilakukan di kota-kota bersejarah seperti Ambarawa, Semarang dan Yogyakarta dengan desain produksi yang diharapkan dapat membawa penonton pada masa-masa tersebut. Departemen akting Guru Bangsa: Tjokroaminoto sendiri diperkuat oleh nama-nama aktor dan aktris yang telah dikenal akan kepiawaian beraktingnya. Reza Rahadian telah dipilih secara personal oleh Garin untuk memerankan tokoh HOS Tjokroaminoto.
Selain Reza, film ini akan menghadirkan penampilan akting dari Christine Hakim, Sudjiwo Tedjo, Alex Komang, Egi Fedly, Putri Ayudya, Maia Estianty, Ibnu Jamil, Deva Mahenra, Christoffer Nelwan dan Chelsea Elisabeth Islan. Film yang menjadi film ketiga garapan rumah produksi Pic[k]Lock Productions setelah Minggu Pagi di Victoria Park (2010) dan Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012) ini akan dirilis pada tahun 2015 mendatang.
Sumber
06 October 2014
Ini Boneka Annabelle Asli, Berikut Kisah Seram yang Dibawanya
Masih terngiang-ngiang dengan teror boneka Annabelle yang dirasuki arwah dalam film berjudul sama? Annabelle pertama kali menarik perhatian saat ikut muncul dalam film dan poster The Conjuring. Tetapi kisah Annabelle dan fenomena hantu di rumah keluarga Perron yang jadi tema cerita The Conjuring sendiri sebenarnya merupakan dua kasus yang tak berhubungan.
Tahukah Anda, kalau boneka menyeramkan itu ternyata benar-benar ada di kehidupan nyata? Hanya saja jika Annabelle dalam film memiliki ekspresi yang menakutkan, boneka Annabelle yang sesungguhnya justru berbentuk imut. Dalam film Annabelle adalah boneka berbentuk anak perempuan yang terbuat dari bahan kayu. Bentuknya mirip dengan boneka ventriloquist yang biasa 'dihidupkan' oleh seniman boneka dengan suara perut. Sedangkan Annabelle yang asli adalah boneka jenis Raggedy Ann Doll yang terbuat dari kain. Tetapi kisah yang menyertai boneka ini tak kalah menakutkan dengan filmnya.
Menurut situs Creepy Pasta, Annabelle adalah boneka yang dulunya dimiliki oleh seorang gadis dari sekolah keperawatan bernama Donna. Boneka ini merupakan pemberian ibu Donna. Donna sangat menyukai boneka itu hingga ia membawanya serta saat pindah ke apartemen kampusnya. Beberapa lama setelah pindah, boneka itu mulai menunjukkan keanehan. Boneka itu sering berpindah tempat meskipun tak ada orang yang memindahkannya. Beberapa kejadian misterius yang tak dapat dijelaskan dengan akal sehat membuat Donna dan sahabatnya Angie yakin kalau boneka itu hidup.
Keduanya pun membawa boneka tersebut ke paranormal. Usut punya usut, ternyata boneka itu dirasuki oleh arwah seorang gadis kecil bernama Annabelle. Annabelle tewas bertahun-tahun lalu dan jasadnya ditemukan di lokasi apartemen Donna, jauh sebelum kawasan itu dijadikan pemukiman. Merasa iba, Donna lalu mengizinkan Annabelle tinggal di dalam boneka miliknya. Tetapi arwah gadis kecil itu tak hentinya melakukan keisengan. Menurut salah satu teman Donna yang bernama Lou boneka itu bahkan pernah mencoba mencekiknya dan mencakar dadanya hingga berdarah. Konon Lou sangat membenci boneka itu. Ia menganggap rasa sayang Donna terhadap boneka seram itu tak wajar dan bersikeras agar teman seapartemennya itu membuang Annabelle.
Kisah tentang Annabelle ini kemudian sampai ke telinga Ed dan Lorraine Warren, dua orang investigator fenomena paranormal yang cukup terkenal. Kisah petualangan Warren dan mendiang suaminya dalam 'mencari hantu' pernah diadaptasi dalam film The Conjuring dan Amytiville Horror. Pasangan Warren kemudian melakukan investigasi dan akhirnya meminta boneka Annabelle dari Donna.
Sekarang Annabelle menjadi koleksi di Warren Occult Museum di Moodus, Connecticut yang dikelola oleh Lorraine Warren. Annabelle kini dipajang bersama benda-benda berhantu yang dikumpulkan pasangan Warren dari kasus-kasus paranormal yang mereka selidiki. Kalau Anda berkunjung ke museum itu, Anda akan mendapati peringatan 'Berbahaya! Jangan sentuh apapun!' di lemari tempat Annabelle disimpan. Menurut Warren boneka itu masih suka 'berulah' di malam hari. Konon dua pengunjung museum sempat mengalami kecelakaan setelah mengejek 'kemampuan' menakutkan Annabelle.



