Showing posts with label FKY 2010. Show all posts
Showing posts with label FKY 2010. Show all posts

07 July 2010

FKY 2010 Hari Ini Resmi Ditutup


JOGJA - Setelah satu bulan digelar sejak tanggal 7 Juni 2010 lalu, hari Rabu (7/7) ini FKY XXII tahun 2010 akan resmi ditutup. Berbagai kegiatan seni telah berlangsung, mulai dari pasar seni, pameran seni hingga panggung seni yang bertempat di area Benteng Vredeburg Yogyakarta.

"Setiap harinya FKY XXII selalu berupaya menampilkan beragam kesenian berbeda, mulai dari seni tradisi hingga modern atau perpaduan keduanya. Hal ini tentu untuk menunjukan bahwa Yogyakarta memang istimewa dengan berbagai kesenian yang dimiliki dan terus dikembangkan," ujar Humas FKY XXII, Ryan Budi Nuryanto di Benteng Vredeburg, Rabu (7/7)

Ryan mengatakan berbagai komunitas seni pun dilibatkan, sekitar 3000 seniman dan 80 komunitas seni ikut serta. FKY juga membuka jalinan silahtuhami dengan negara lain dalam ranah seni, salah satunya dengan hadirnya grup teater dari Minneapolis, Amerika Serikat yaitu Open Eye Theatre.

01 July 2010

Trio Musisi Nasional Singgahi FKY

JOGJA – Suasana di pasar seni FKY Senin (28/6) malam lalu, tampak berbeda. Tiga musisi kondang Dewa Budjana, Tohpati, dan Balawan, tampak diantara kerumunan seniman dan pengrajin seni di areal Benteng Vredeburg. Ketiganya tampak menikmati perhelatan seni tahunan di Jogja itu.

“Mumpung kami ada di Jogja (ada acara musik), mampir dulu ke pasar seni ini. Siapa tahu ada barang yang kami minati. Lagipula di sini kan banyak ketemu teman-teman Jogja,” papar Budjana mewakili dua rekannya.
Gitaris grup musik GIGI itu mengaku terkesan dengan penampilan seniman tradisi yang tanpa dibayar mereka mau tampil di FKY 2010 ini. Apalagi kebersamaan yang diperlihatkan oleh para seniman tradisi ini. “Even (FKY) ini bagus, pemerintah harusnya bisa lebih merespon, demi Jogja juga. Saya pernah diajak ke sini tahun 90-an dan perkembangannya cukup bagus,” ungkapnya.

06 June 2010

FKY XXII Libatkan Ribuan Seniman

Tahun ini, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXII 2010 rencananya akan diikuti oleh sekitar 3000 seniman yang berasal dari DIY dan luar daerah. FKY XII rencananya akan di gelar pada 7 Juni-7 Juli 2010 mendatang di Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Ketua Umum FKY Kasidi Hadiprayitno menyatakan, FKY kali ini tak hanya akan diikuti oleh seniman dan peserta dari DIY saja. "Nanti FKY juga akan diikuti oleh peserta dari luar DIY seperti dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur , dll," katanya di kantornya, Jumat (4/6).

Dengan mengangkat tema 'Jogja Memang Istimewa', FKY kali memang ingin membuktikan bahwa Jogja itu adalah sebuah propinsi yang istimewa, khususnya dalam hal seni dan budayanya.

"Karena saat ini RUUK DIY juga belum juga beres, maka dengan FKY kami juga ingin memperjuangkannya agar cepat selesai dan menjadikan DIY benar-benar istimewa," terangnya.

Sementara itu Ketua III FKY XXII Bidang Publikasi, Dokumentasi, Pasar Seni, dan Pameran Seni Rupa, Timbul Raharjo menyatakan bahwa hingga hari ini, stand Pasar Seni FKY hampir seluruhnya terisi.

"Kami menyediakan sebanyak 150 stand. Saat ini, sekitar 95 stand di antaranya telah terisi," kata Timbul yang juga seorang pengusaha keramik di Kasongan Bantul.

Seperti biasa, Pasar Seni FKY akan memamerkan berbagai produk seni dan kerajinan khas DIY. Panitia menyediakan stand berukuran 2x3 bagi masing-masing peserta yang menyewa stand di Benteng Vredeburg.

"Untuk Pasar Seni FKY, secara khusus saya akan mengundang sebanyak 600 pembeli dari luar daerah dan luar negeri untuk datang ke Jogja," tuturnya.

Kegiatan yang menggunakan dana APBD Propinsi sebanyak Rp 500 juta tersebut nantinya akan menyuguhkan sejumlah kegiatan seni budaya yang dipusatkan di Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Yogyakarta.

Pada pembukaannya, akan digelar pawai FKY yang akan diikuti oleh sekitar 20 kelompok seni dari berbagai generasi dari empat kabupaten dan kota di DIY.

Selain itu, sejumlah program seni budaya juga akan ditampilkan seperti pagelaran seni dan tradisi di TBY dan Puro Pakualaman, pameran seni rupa di Benteng Vredeburg, dialog seni di Ruang Seminar TBY.