31 October 2014

Logo 'TOGUA' Bernilai Rp 1,5 Miliar

Tags

Rebranding Yogyakarta menuai protes keras dari masyarakat. Logo baru 'Jogja, A New Harmony' senilai Rp 1,5 miliar dari Dana Keistimewaan dianggap tak mencerminkan keistimewaan Yogyakarta. Netizen maupun pakar komunikasi visual DIY mendesak adanya sayembara logo terbuka.

"juga mengingatkan bahwa hari kemarin adlh hari sumpah pemuda, koq gak melibatkan kawula muda berpartisipasi utk rebranding jogja?" kicau musisi Yogya, Marzuki Muhammad melalui akun twitternya @killthedj.
"dari kami, logo monggo di olah lagi. banyak orang jago di #jogja. yg jelas, desain saat ini mengecewakan. @sumbotinarbuko #JogjaDaruratLogo," kicau akun @hokyakarta.
Bahkan netizen sempat memelesetkan tulisan JOGJA pada logo baru itu menjadi TOGUA. Pasalnya font yang digunakan pada tulisan tersebut mirip susunan huruf T-O-G-U-A. 
Namun, desakan warga tampaknya tak akan berjalan mulus. Kasubid Admimistrasi Publik dan Keuangan Bappeda DIY Erni Widyastuti mengatakan, penyelenggaraan sayembara terbuka tak mungkin dilakukan. Sebab, Pemda sudah menargetkan penggarapan logo selesai di bulan November 2014. 
"Kalau melihat tata kalanya, sudah nggak memungkinkan untuk sayembara lagi," kata Erni dijumpai di kantornya, Kamis (30/10/2014). 
Erni menjelaskan, Pemda DIY sudah memulai penyusunan logo baru sejak awal 2014 dengan menggandeng konsultan pemasaran ternama, MarkPlus Inc.
Sang pendiri sekaligus CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kertajaya ialah pembuat logo lama 'Yogya, Never Ending Asia'. Dianggap berhasil, Hermawan kembali digandeng Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk menggarap rebranding logo baru. (*)