25 October 2016

Lumernya Es Krim Bathok Joglo Pari Sewu

Tags






"Selamat datang, mari silahkan," seorang pelayan pria menyambut kedatangan kami. Saat kami memasuki kedai rumah makan dengan bangunan rumah joglo dengan suasana yang sangat asri.

Sambil melempar senyuman, pria berwajah oriental ini mempersilahkan kami untuk duduk. Serta menyodorkan dua lembar daftar menu. Lalu kami menuju meja dan kursi yang bermotif lawas dan kekinian dipadu padankan, tertata rapi. Terlihat sangat artsy dan juga homy.

Dengan pakaian serba hitam, juga sepatu hitam dengan tiga garis putih. Pria itu juga mengenakan apron warna hitam, pria seumuran Joshua Suherman itu juga memakai kacamata. Sedikit terlihat kelelahan, hari ini sepertinya banyak pengunjung. Sedangkan, pelayan yang lain sibuk menyiapkan menu pesanan pengunjung lain siang itu.

Kami datang saat jam makan siang. Memang terlihat sesak penuh pengunjung saat itu. Hanya tinggal satu meja dan kursi yang belum terisi. Tepat berada di pojokan.

"Di akhir pekan, tempat ini memang selalu penuh", ujar pria dengan rambut klimis dengan olesan minyak pomade itu.

Urek, urek, urek. Sreeett. Saya menulis beberapa menu pesanan, lengkap dengan menuliskan nomor meja dimana kami duduk.

"Tunggu sebentar mas, pesanannya nanti saya antar", ucapnya. Ia pun berlalu.

Tak hanya di akhir pekan, kini Yogya saat hari-hari biasa juga sudah mulai akrab dengan hingar bingar kota, juga dengan kemacetan, begitu juga dengan banyaknya bangunan semacam hotel dan tempat belanja kaum milenial: mall, yang sudah menjamur dimana-mana. Tempat ini sangat cocok, untuk sejenak melepas kepenatan.

Tapi tak apa, zaman memang sudah berkembang dan berubah. Tentu bukan hanya Yogya. Pemeran "Dora" dalam serial "Dora The Explorer" saja kini sudah tumbuh menjadi remaja. Apalagi hanya untuk sebuah kota seperti Yogya. Sangat masuk akal.


Suasana Joglo Pari Sewu terlihat dari luar ruangan - © Instagram @hendra241

Adalah Joglo Pari Sewu, tempat makan ini berada jauh di utara kota Yogya. Tempatnya yang jauh dari kebisingan juga keriuhan kota, memang sangat cocok untuk pelarian sekaligus menyegarkan otak.

Sebetulnya kami sudah lama mengetahui informasi tentang tempat makan yang instagramable ini. Istri saya yang tahu infonya dari aplikasi berbagi foto yang termasyur itu. Hanya saja, baru kali ini kami memiliki kesempatan untuk berkunjung ke tempat yang jaraknya bisa ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit dari pusat kota Yogya ini.


Suasana Joglo Pari Sewu terlihat dari dalam ruangan - © Instagram @ncesszm

Dari Lotte Mart yang berada di Jalan Lingkar Utara, lurus saja ke utara, sampai ketemu lampu merah Tajem. Belok ke timur, ikuti jalan sampai ketemu Indomaret pertama. Belok ke utara, lurus terus saja sampai ketemu makam di kanan jalan. Lalu belok ke timur, akan menjumpai bangunan poskamling, ambillah ke utara. Ikuti terus saja sampai ketemu jembatan. Tempatnya berada di timur jembatan, selatan jalan.

Suasana tepat diatas sungai - © Instagram @anisahyumnam

Panas sangat terik sekali saat kami baru datang di sebuah bangunan rumah berbentuk joglo yang menghadap ke utara ini. Tapi, suara gemercik air sungai dan angin yang semilir seolah menjadi oase yang dipersembahkan dari alam. Rasa panas dan terik pun lenyap, berubah menjadi suasana yang tenang, nyaman lagi adem.

Pesanan kami akhirnya datang. "Silahkan mas, mbak", pria itu membawakan pesanan kami, sambil menyajikannya. Rupanya baru minumannya saja yang diantar.

Air teh dengan beberapa prongkolan es batu juga beberapa lembar daun mint didalamnya. Disajikan dalam gelas yang cukup besar ukurannya. Menambah suasana adem ditengah teriknya matahari didalam warung nongkrong juga tempat ngopi itu. Segelas tea mint ini hanya Rp 8.000.

Amazing yang baru berumur satu setengah tahun memesan es krim bathok. Ia menunjuk gambar es krim dengan tangan mungilnya di daftar menu. Rupanya, bukan hanya soto saja yang disajikan dengan bathok --soto yang terkenal di seantero Pyongyang (baca: Piyungan)-- itu.


Es Krim Bathok dan Tea Mint - © Instagram @izzyisyudi


Es krim pun kini sudah ada versi bathoknya. Adalah es krim dengan taburan choco chrunch, buah cherry, marsmellow juga siraman madu dengan topping oreo juga astor yang di tancapkan persis diatasnya. Tentunya disajikan dengan bathok atau tempurung kelapa. Rasanya yang lumer didalam mulut, menambah nikmat suasana siang itu.

Tentu, Amazing tidak menghabiskannya sendirian. Es Krim Bathok ini dibanderol dengan harga Rp 15.000 per porsinya.

Istri saya memesan wedang uwuh. Minuman yang terbuat dari campuran daun cengkeh, daun pala, jahe, serutan kayu secang, gula batu juga rempah lainnya ini disajikan dalam satu gelas. Seperti namanya, minuman ini layaknya sampah.

Menurut buku yang saya baca, tapi saya lupa judulnya. Wedang uwuh ini mempunyai khasiat yang sangat ampuh. Salah satunya ialah memperlancar haid. Ya, haid. Cukup merogoh kocek Rp 15.000 untuk segelas wedang uwuh.

Selain memesan minuman dan makanan berat, kami juga memesan mendoan juga pisang jari. Mendoan disajikan dengan sambal kecap, pedas manis. Tapi, masih kurang pedas untuk ukuran lidah saya.

"Maaf mas, untuk siang ini persediaan pisang kami sedang kosong", ucap pelayan sambil menjelaskan kepada kami.

"Apakah mau ganti dengan menu yang lain?" Ia menawarkan beberapa menu. Tapi sepertinya kami belum tertarik dengan menu lainnya. Ternyata belum rejeki kami untuk makan pisang siang itu.

Tadinya, kami penasaran dengan pisang jari ini, karena dilihat dari gambar yang ada di daftar menu. Tampilan pisang goreng ini disajikan dengan sambal cocol --pisang goreng, dicocol sambal-- bikin ngiler tentunya. Pisang jari ini dibanderol dengan harga Rp 10.000.

Tak lama kemudian, pesanan makanan berat kami datang. Sambil menyantap makanan yang disajikan, saya melihat samping kanan kiri, beberapa kursi sudah ada yang kosong, ada juga beberapa pengunjung yang berpose lalu di jepret oleh kawannya.

Terlihat ada beberapa remaja putri dengan paras yang semlohai sedang mengarahkan gajet ke mukanya sendiri. Lalu, mak cekrek.

Disini memang ada sebuah galeri rumah foto. Dengan hanya membayar tiket sebesar Rp 15.000 per orang sudah bisa berfoto dengan beberapa furniture yang classie juga vintage. Galeri rumah foto ini tempatnya terpisah, ada disebelah atas. Hanya menaiki beberapa anak tangga.


Galeri Rumah Foto - © Instagram @icalrizalia


Galeri Rumah Foto - © Instagram @jogloparisewu

Ah, tempat ini sepertinya cocok untuk untuk membuat awet muda. Lain kali kami akan berkunjung lagi.

Jadi, sampeyan-sampeyan ingin menyegarkan otak, istri sampeyan terlambat datang bulan, anak sampeyan susah sekali makan wortel, atau pipis sampeyan kurang lancar? Bolehlah sampeyan coba mengunjungi tempat ini.