Showing posts with label Media. Show all posts
Showing posts with label Media. Show all posts

09 November 2014

Lecehkan Orangutan, Acara "INBOX" SCTV di Kecam

Tayangan musik Inbox yang disiarkan SCTV dikecam aktivis lingkungan gara-gara membawa orangutan ke atas panggung.

Kecaman muncul di media sosial. Facebook dan twitter dibanjiri komentar miring soal acara yang ditayangkan langsung dari Batu Malang Jawa Timur, Sabtu (8/11/2014).

"Tadi pagi SCTV menggunakan orangutan sebagai hiburan di acara Inbox. Kami sebagai lembaga KONSERVASI orangutan ingin menyampaikan bahwa orangutan adalah hewan kebanggaan Indonesia, bukan mainan!.

Acara seperti ini menghambat upaya konservasi orangutan dan habitatnya dan meningkatkan perdagangan hewan peliharaan secara ilegal," demikian ditulis di halaman dinding facebook Yayasan Palung (Gunung Palung Orangutan Conservation Program).

Senada, CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), Jamartin Sihite menuliskan kecaman di facebooknya. Bahkan dengan tegas meminta penanggungjawab acara ini ditangkap karena melanggar undang-undang.

"TV sebaiknya membantu mencerdaskan bangsa ini untuk melindungi orangutan bukan dengan memperlihatkan tontonan yg merusak upaya konservasi.

Orangutan bukan peliharaan dan mainan. Mereka seharusnya di hutan. Penanggungjawab SCTV dan Inbox harusnya ditangkap karena melanggar UU 5 tahun 1990. Kemana Menteri LHK?
Tayangan Inbox Sabtu pagi tadi membawa orangutan bernama Toti ke atas panggung.

Seolah bisa berbicara Toti berinteraksi dengan sang pemandu acara, Andhika Pratama dan jawara Little Miss Indonesia season pertama, Alifa.

Tidak hanya orangutan, inbox juga memboyong tiga burung kakak tua di panggung ini.

Sumber

29 October 2014

Jan Koum, CEO WhatsApp ini Dulunya Hanya Tukang Sapu

Kondisi perekonomian seseorang tidak serta merta menentukan masa depannya kelak. Tak jarang kondisi perekonomian yang tergolong miskin atau biasa-biasa saja, menjadi pemicu tekad untuk memperbaiki masa depan.

Cemoohan, pandangan sinis dan cibiran menjadi cambuk bagi segelintir orang yang berhasil menapaki jalan terjal kesuksesan. Modal tekad, ketabahan dan keberuntungan, orang-orang ini mampu merubah kemiskinan menjadi kekayaan.

Tercatat beberapa pengusaha besar dalam dan luar negeri mampu membuktikan keterpurukan ekonomi bukan penghalang untuk mencapai puncak kesuksesan dunia.

Jan Koum lahir 24 Februari 1976 adalah CEO dan pendiri WhatsApp bersama Brian Acton. WhatsApp merupakan aplikasi pesan bergerak yang diakuisisi oleh Facebook Inc. pada Februari 2014 dengan nilai USD 19 miliar. Koum dibesarkan di sebuah desa di luar Kiev, Ukraina. Ia pindah ke California bersama ibu dan neneknya tahun 1992. Saat ini Koum memegang 45 persen saham WhatsApp dengan nilai mendekati USD 7 miliar atau setara dengan Rp 83,92 triliun.



Uang USD 19 miliar yang dikeluarkan Facebook untuk akuisisi WhatsApp telah membuat nasib Jan Koum dan Brian Acton sebagai pendirinya berubah. Kini, kedua nama tersebut telah masuk jajaran miliarder terkaya dunia versi Forbes.

Seperti yang dilansir oleh First Post (5/3), Koum yang kini berusia 38 tahun dan Acton yang berusia 42 tahun boleh berbangga dengan status sosialnya saat ini. Menurut data Forbes, Koum sekarang adalah orang terkaya nomor 202 di dunia, sementara Acton nomor 551.



Posisi itu didapatkan Koum setelah mengalami peningkatan pendapatan sebanyak 45 persen setelah WhatsApp dijual. Sementara Acton juga mengalami peningkatan pendapatan hingga 20 persen.

Dengan hal ini, Koum pun jadi miliarder dengan aset USD 6,8 miliar. Sementara, Acton kekayaannya sebanyak USD 3 miliar.

Padahal, jika kita menengok ke belakang, nasib kedua orang ini sangat berbalik 180 derajat. Dulu, Koum adalah seorang imigram Ukraina yang sempat jadi tukang sapu dan hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara Acton sempat ditolak kerja di Facebook, dan Twitter namun tidak putus asa hingga akhirnya jadi miliarder sekarang ini.

Sumber

26 October 2014

Mulai 1 November, MTV Indonesia Bakal Menghiasi Layar Kaca

MTV bakal mengudara lagi pada 1 November mendatang. MTV akan kembali menghiasi layar kaca di 5 kota di Indonesia. Kelima kota itu mencakup Jakarta, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, dan Makasar.

“Masyarakat, khususnya anak muda di 5 kota itu, akan segera bisa menikmati tayangan kami,” kata Fary Farghob, CEO FORTE, perusahaan media dan Creative Content Development anggota Karsa Group yang memegang hak siar program-program MTV di Indonesia, dalam siaran persnya, Sabtu (25/10/2014).

Forte melakukan multi-platform untuk menyasar generasi muda. Fary mengatakan target Forte adalah anak muda dengan usia 14-25 tahun, generasi yang disebut generasi millennial atau digital early adopters.

Oleh karena itu, MTV Indonesia mengembangkan multi-platform strategy untuk memikat target segmen itu, yakni dengan merambah ke kanal digital, serta membuat kegiatan aktivasi, juga televisi free to air.

Sebagai tahap awal kerja sama dengan MTV, Forte berhak menyiarkan program-program MTV yang sesuai dengan karakteristik penonton Indonesia.

“Tahap selanjutnya adalah membantu tim MTV untuk memproduksi konten lokal, baik yang diadaptasi dari program MTV Asia, maupun yang dibuat sesuai dengan aspirasi dan budaya lokal anak muda di Indonesia dalam konteks musik, entertainment dan pop culture,” ujar Fary.

MTV merupakan saluran TV hiburan dunia dengan jangkauan global lebih dari setengah miliar audience penggemar musik dan artis. Diluar Amerika, MTV merupakan bagian dari Viacom International Media Networks, sebuah divisi di perusahaan Viacom (NASDAQ: VIAB, VIA), salah satu pembuat acara dan konten acara di seluruh platform media.

Untuk mendukung siaran MTV di Indonesia, kompetisi MTV VJ Hunt digelar sejak 20 Oktober hingga 20 Desember 2014.

Gelaran kompetisi MTV VJ Hunt ini juga merupakan langkah awal MTV Indonesia untuk dapat memproduksi konten-konten program lokal sekaligus penanda bisnis ekspansi MTV di Indonesia.

“Sebagai merk global terbesar dan yang paling menonjol untuk anak muda, MTV sangat menikmati ikatan yang kuat dengan generasi muda Indonesia melalui berbagai acara dan konten yang sesuai dan berpengalaman di dunia ini,” kata Mark Whitehead, Executive Vice President & Managing Director, Viacom International Media Networks Asia.

Mengusung tema 1000% Anak Muda, MTV yakin kompetisi VJ Hunt ini bisa menemukan talenta baru yang dapat mewakili generasi muda dan dapat menjadi idola baru di Indonesia.

MTV VJ yang terpilih nantinya akan menjadi perwakilan MTV di Indonesia, membawakan acara lokal yang menyuguhkan acara hiburan sarat akan informasi mengenai musik dan tren masa kini.

Grand Final MTV VJ Hunt Indonesia pada 20 Desember 2014 akan dimeriahkan oleh artis-artis 1000% Anak Muda. Pemenangnya akan mendapatkan kontrak eksklusif selama 1 tahun menjadi VJ MTV Indonesia.

Sumber

17 October 2014

KPI Beri Sanksi ke Trans TV karena Tayangkan Pernikahan Raffi-Nagita

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi administrasi teguran tertulis terhadap tayangan 'Janji Suci Raffi dan Nagita' yang ditayangkan Trans TV pada 16-17 Oktober 2014.

Dalam surat teguran bernomor 2415/K/KPI/10/14 tersebut, tayangan yang ditayangkan dua hari berturut-turut tersebut bukan untuk kepentingan publik.

"Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik," demikian bunyi teguran KPI yang ditandatangani Ketua KPI, Judhariksawan, dalam rilis yang diterima Tribunnews, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Berdasarkan telaah KPI, tayangan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran KPI tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) serta Standar  Program Siaran KPI tahun 2012 pasal 12 ayat (2). 
Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI memberikan sanksi administrasi teguran tertulis kepada TransTV.
"Saudari diminta untuk tidak menayangkan kembali (re run) serta tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk program sejenis atau program sejenis lainnya," kata Judhariksawan yang mengalamatkan suratnya kepada Atiek Nur Wahyuni selaku direktur utama Trans TV.

KPI mengingatkan bahwa frekuensi adalah milik publik yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat.

26 August 2010

Agnes Monica Harumkan Indonesia di Trending Topics Twitter

Jakarta - Pengguna Twitter di Indonesia sedang kebingungan karena tiba-tiba nama penyanyi Agnes Monica masuk ke dalam daftar Trending Topics. Ada apa gerangan?

Usut punya usut, nama pelantun lagu 'Bilang Saja' ternyata menjadi pembicaraan di negara tetangga Singapura. Pasalnya, dalam konser Asian Song Festival 2009 yang baru diputar di stasiun lokal Singapura, memuji penampilan Agnes Monica yang mewakili penyanyi dari Indonesia.



"Agnes Monica is Trending because of her specatular performance on ASF 2009 which broadcasted," tulis salah satu akun fans Agnes Monica, Agnezone, yang okezone kutip Senin (9/8/2010).

Tak pelak, prestasi penyanyi berusia 24 tahun ini mengundang decak kagum dari kalangan pengguna layanan mikroblogging tersebut. Apalagi, selama ini Indonesia masuk menjadi trending topics lebih banyak karena aksi negatifnya.

24 August 2010

Jurnalis Jogja Gelar Aksi Solidaritas Tewasnya Wartawan

SLEMAN - Terbunuhnya reporter Sun TV, Ridwan Salamun, saat menjalankan tugas peliputan di Tual membuat puluhan wartawan di Jogjakarta gerah. Kemarin (23/8), para wartawan di Kota Pelajar, menggelar aksi solidaritas di Bunderan UGM atas kematian Ridwan.

Dengan meletakkan berbagai atribut peliputan, seperti ID card, kamera, dan recorder, puluhan wartawan dari berbagai media (baik cetak maupun elektronik), melakukan perenungan atas kepergian Ridwan. Para wartawan menuntut agar polisi mengusut tuntas kasus kematian Ridwan.

"Selama ini, sudah banyak wartawan menjadi korban kekerasan. Mulai dari Udin yang kasusnya sudah 14 tahun tak ada kejelasan, lalu Prabangsa yang juga dibunuh karena pemberitaannya, dan terakhir Ridwan. Untuk Prabangsa alhamdulillah bisa diusut. Tapi untuk Ridwan ini jangan sampai kasusnya seperti Udin," ujar Koordinator Lapangan Mahadeva Wahyu Sugianto dari Seputar Indonesia.

04 July 2010

KPI Stop Headlines News MetroTV

Stasiun televisi nasional Metro TV mendapat sanksi penghentian sementara Program Siaran Headline News yang ditayangkan pukul 05.00 WIB selama satu minggu (tujuh hari berturut-turut) oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Metro TV juga diminta melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik secara lisan selama tiga hari berturut-turut.

Seperti dikutip siaran pers KPI, sanksi ini dijatuhkan karena Metro TV menayangkan adegan video porno ketika menyampaikan pemberitaan razia video porno di sebuah warnet di Trenggalek, Jawa Timur. KPI Pusat menemukan penayangan adegan tersebut pada program Headline News 14 Juni 2010 Pkl. 05.00.

21 June 2010

Mark Zuckerberg Dituduh Menghina Agama


ISLAMABAD (KRjogja.com) -  Kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad di situs jejaring sosial Facebook masih berbuntut panjang di Pakistan. Munculnya fan page 'Draw Muhammad Day' memang sempat membuat pemerintah Pakistan memblokir Facebook untuk beberapa saat dan kemudian membuka lagi situs tersebut.

Tapi tak hanya berhenti sampai di situ, kini sejumlah pengacara Pakistan meminta polisi agar menyelidiki CEO Facebook, Mark Zuckerberg atas tuduhan penghinaan agama. Bila terbukti maka Zuckerberg terancam sanksi hukuman mati atas kasus tersebut.

Seperti diketahui, Mei 2010 lalu, sekelompok Facebooker mengumumkan kepada dunia jika besok, tepat tanggal 20 Mei 2010 merupakan hari dimana semua orang diperbolehkan untuk menggambar sketsa Nabi Muhammad. Fan page bertajuk' Everybody Draw Mohammed Day! ini mengundang kecaman dari banyak pengguna Facebook dari negara-negara Islam.

04 June 2010

Inovasi, Reinvention & Budaya Konsumen adalah topik panas di haripertama APMF 2010

Nusa Dua, Bali, 3 Juni 2010 - ahli media terkemuka di media, periklanan, kreatif, riset dan pemasaran di Asia Pasifik, dan negara-negara di Eropa maupun Amerika Serikat, mulai berdatangan kemarin di Nusa Dua, Bali, untuk menghadiri Asia Pacific Media Forum 2010.

"Selain sebagai sebuah forum yang mengembangkan potensi media di Indonesia, industri media di Indonesia juga berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata melalui APMF. Lebih dari 400 peserta dari berbagai sudut dunia tiba di Bali untuk tahun ini APMF, "jelas Andi Sadha, Ketua Komite Pengorganisasian untuk APMF 2010.

Forum yang secara resmi dibuka hari ini kick-dimulai pukul 9:00 dengan presentasi oleh Rob Allyn, Ketua Margate House. Rob mengangkat topik "Power untuk Rakyat", di mana ia berbicara tentang bagaimana pergeseran budaya telah menempatkan penekanan yang lebih tinggi pada konten sebagai raja tanpa memperhatikan bagaimana konsumen akhirnya mengaksesnya, gambar keluar dari pengalamannya dalam memproduksi film untuk iklan dan untuk layar besar.

cerita Rob diikuti oleh Saugata Gupta (Chief Executive Officer Produk Konsumen Bisnis, Marico Ltd India), yang berbicara tentang inovasi dan akan melawan budaya imitasi di India.

Program ini dilanjutkan dengan sesi mengenai "Menuntut Pertanggungjawaban dan Melibatkan Konsumen Efektif" dengan panelis, seperti Charles Buchwalter (Chairman & Chief Executive Officer Nielsen Online-Jepang), Russell Conrad (Direktur Regional Asia Tenggara, International Ukur Efektif), Andy Sjarif (Managing Director, Mediatrac Indonesia), dikelola oleh Ram Subramaniam (Technical Advisor, Mediabrands Indonesia).

Sesi II diikuti dengan diskusi panas tentang "Proliferasi Media: Reinventing Badan dan Klien Hubungan" dengan panelis Rahul Welde (Wakil Presiden Layanan Media Unilever, Asia, Afrika, Timur Tengah dan Turki), Nick Waters (CEO Asia Pasifik Aegis Media), Greg Paull (Kepala R3), dipimpin oleh Eleanor Modesto (Rogue Presiden Digital, Filipina).

Sementara di sesi III, Danny Wirianto Oei (Chief Marketing Officer Kaskus Jaringan) yang dipimpin tema "Mengubah Budaya Konsumen dan Menantang Konvensi", dengan garis dari pembicara seperti Divya Gururaj (MD Mediacom India), Morihiko Hasebe (Senior Creative Director Hakuhodo Jepang), dan Austen Beliau (Presiden Kelompok TBWA-ISC Malaysia) berbagi cerita tentang apa yang mereka lakukan untuk menentang beberapa keyakinan mendalam budaya dari negara-negara mereka.

"Dalam setiap topik APMF, perdebatan antara pembicara akan disuntikkan untuk menambah tenaga pada program. Program hari lalu akan sama menyenangkan seperti hari-hari sebelumnya karena topik yang diajukan akan relevan dengan kondisi saat ini, dan tentu saja, akan ada sesi debat antara Yahoo dan Google, "kata Jerry Justianto, Program Direktur APMF! 2010.

Di sadur dari http://www.asiapacificmediaforum.com/